BERITA
BERANDA  |  BERITA  |  ARTIKEL PACIFIC  |  DETIL

Stay at Home. Berat badan naik dan lingkar perut bertambah? Apa yang harus Anda ketahui?

Anjuran untuk “Stay at home” karena Pandemic Covid-19 sedikit banyak berakibat kepada rutinitas harian kita. Tetap menjaga asupan makanan yang cukup, sementara itu aktifitas fisik menjadi berkurang akibat dari “Physical distancing menjadi alasan untuk kita kurang bergerak. Akibatnya berat badan naik, lingkar perut bertambah, banyak menjadi keluhan utama selama Pandemic Covid-19. Turut meningkatnya kadar Kolesterol juga menjadi salah satu pertimbangan karena dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan.

Apakah Kolesterol itu?

Kolesterol adalah salah satu jenis lemak yang beredar di dalam darah, dan sering kita hindari karena menjadi salah satu penyebab serangan jantung. Jarang diketahui bahwa sebetulnya kolesterol dibutuhkan sebagai bahan baku utama proses metabolisme. Faktanya, tubuh kita membutuhkan zat yang sebagian besar diproduksi di hati tersebut.

Lalu bagaimana Kolesterol sampai dapat menimbulkan gangguan kesehatan?

Karena “Sedentary Lifestyle” yaitu suatu gaya hidup dengan sedikit atau tidak melakukan berolahraga rutin, menyebabkan tidak terjadinya proses pembakaran yang optimal dari tubuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penumpukan lemak dalam pembuluh darah dan menimbulkan gangguan kesehatan.

Kolesterol kemudian dapat berubah dari kawan menjadi lawan ketika terjadi aterosklerosis atau terjadi penumpukkan pada dinding pembuluh darah. Hingga akhirnya terbentuk “Plaque” yang dapat menyumbat aliran darah dan menjadi penyebab utama serangan jantung.

Penumpukkan kolesterol pada dinding pembuluh darah merupakan proses yang sangat kompleks, berlangsung dalam waktu lama, dan pada awalnya tanpa menimbulkan gejala. Berbagai faktor dapat mendukung proses tersebut, seperti konsumsi makanan berlemak berlebih, gaya hidup tidak sehat, serta kurangnya berolahraga.

Proses pembentukkan “Plaque aterosklerosis dapat terjadi secara bertahap sejak usia muda,

  • Pada usia <20 tahun, lemak/kolesterol mulai menempel di lapisan dinding pembuluh darah. Pada tahap ini belum timbul keluhan kesehatan;
  • Pada usia 20-30 tahun, bercak perlemakan mulai tampak di dinding pembuluh darah, yang juga belum menunjukkan gejala gangguan kesehatan;
  • Pada usia 30-40 tahun, tonjolan Plaque mulai tampak (umumnya juga belum ada keluhan). Bila Plaque bertambah besar dan penyumbatan telah mencapai 70%, maka akan mulai timbul gejala-gejala dan dapat terjadi Serangan Jantung atau Stroke Iskemik.
  Total Cholestrol HDL Cholestrol LD Cholestrol
Acceptable Lower than 170 Higher than 45 Lower than 110
Borderline 170 - 199 40 - 45 110-129
High 200 or Higher n / a Higher than 130
Low n/a Lower than 40 n/a

Kapan Disebut Berbahaya?

Apabila terjadi penurunan kadar Kolesterol baik (HDL) dan sebaliknya terjadi peningkatan kadar Kolesterol jahat (LDL). Resiko untuk menimbulkan gangguan kesehatan dapat dilihat dari kadar Kolesterol dalam darah. Berikut tabel kriteria resiko untuk kadar Kolesterol dalam darah (mg/dL):                      

Jadi, anjuran untuk tetap tinggal dirumah selama Pandemic Covid-19 ini tentunya tidak menjadi alasan bagi Kita untuk kurang bergerak. Tetaplah aktif melakukan aktifitas fisik dan olahraga kapanpun dan dimana saja di area rumah masing-masing. Tetap jaga kebugaran untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Tetap sehat ya!

*Dikutip dari berbagai sumber

PT Pacific Life Insurance

  Menara Utara BP Jamsostek, Menara Utara Lt. 12A Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 38 Jakarta 12710

+62 21 508 20758 - +62 21 508 20757

cs@pacificlife.co.id